Terbelahnya bitcoin menjadi dua....

Banyak pemilik bitcoin tidak sadar, ada satu hal menarik yang terjadi pada Bitcoin di bulan Agustus 2026.

  • Bukan karena harga naik.
  • Bukan karena ETF.
  • Bukan karena whale membeli ribuan Bitcoin.

Tetapi karena untuk sesaat, kita bisa melihat sesuatu yang biasanya hanya kita baca di buku:

Bitcoin benar-benar bisa terbelah.


Dan yang lebih menarik lagi, kita bisa melihatnya langsung dari layar komputer.

  • Satu alamat Bitcoin.
  • Satu alamat yang sama.

Tetapi dua explorer menampilkan saldo berbeda.

  • Satu menunjukkan sekitar 11,48 BTC.
  • Yang lain menunjukkan sekitar 18,82 BTC.


Awalnya terlihat seperti kesalahan website.

Tetapi ketika kita melihat block height-nya, ceritanya menjadi jauh lebih menarik.


  • Satu explorer berada di sekitar block 962213.
  • Explorer lainnya masih berada di sekitar block 961635.


Apa yang sebenarnya terjadi?

Jawabannya membawa kita kepada salah satu pelajaran paling menarik tentang Bitcoin:


Bitcoin bukan perusahaan. Bitcoin tidak punya CEO. Bitcoin tidak punya server pusat. Bitcoin bahkan tidak punya satu buku kas resmi yang disimpan oleh seseorang.


Bitcoin adalah kesepakatan.

Dan ketika kesepakatan itu tidak lagi sama, blockchain bisa bercabang.


Bitcoin Itu Sebenarnya Apa?

Mari kita lupakan istilah-istilah rumit sebentar.

Bayangkan Bitcoin sebagai sebuah buku kas raksasa.

Di buku itu tercatat:

Alice punya Bitcoin.

Bob membayar Charlie.

Charlie sekarang punya Bitcoin.


Tetapi buku kas ini tidak disimpan oleh satu bank.

Ribuan komputer di seluruh dunia menyimpan dan memverifikasi salinan buku tersebut.

Mereka disebut node.



Setiap node pada dasarnya berkata:

"Saya akan menerima transaksi dan blok selama sesuai dengan aturan yang saya sepakati."


Nah, di sinilah masalah mulai menjadi menarik.

Karena pertanyaannya bukan hanya:

"Apa yang tertulis di buku?"


Tetapi:

"Aturan apa yang kita gunakan untuk menentukan apakah tulisan itu sah?"


BIP-110: Bitcoin Harus Menjadi Apa?

BIP-110 lahir dari perdebatan tentang penggunaan Bitcoin untuk menyimpan data arbitrer.

Pendukung BIP-110 berargumen bahwa Bitcoin seharusnya fokus pada fungsi utamanya:

uang.


Bukan menjadi gudang data.

Bukan menjadi tempat menyimpan berbagai macam data arbitrer.

Bukan menjadi blockchain serbaguna untuk semua hal.


BIP-110 secara khusus mengusulkan pembatasan terhadap metode penyimpanan data arbitrer tertentu dan membatasi ukuran OP_RETURN, dengan tujuan mengembalikan fokus Bitcoin sebagai sistem uang dan mengurangi beban pada operator node.



Secara filosofi, argumennya cukup sederhana:

Kalau Bitcoin mencoba melakukan semuanya, mungkin pada akhirnya Bitcoin tidak melakukan fungsi utamanya dengan baik.


Tetapi tentu saja tidak semua orang setuju.


Dan di sinilah masalah governance Bitcoin menjadi menarik.

Bitcoin Tidak Punya Voting Seperti Demokrasi

Kalau ini perusahaan, mungkin persoalannya sederhana.


CEO berkata: "Mulai besok aturan baru berlaku."

Selesai.


Bitcoin tidak seperti itu.

  • Tidak ada CEO.
  • Tidak ada presiden Bitcoin.
  • Tidak ada "Bitcoin headquarters".
  • Ada developer.
  • Ada node.
  • Ada miner.
  • Ada pengguna.
  • Ada perusahaan.
  • Ada exchange.


Dan masing-masing mempunyai kepentingan sendiri.





BIP-110 mencoba mendapatkan dukungan melalui mekanisme signaling miner.

Namun ketika periode enforcement dimulai, dukungan miner ternyata sangat kecil—sekitar 2,5% menurut laporan saat itu.


Artinya mayoritas hashpower Bitcoin tidak ikut.

Dan di sinilah teori berubah menjadi kenyataan.

8 Agustus 2026: Jalan Bitcoin Mulai Bercabang


Ketika aturan BIP-110 mulai ditegakkan oleh node yang menjalankannya, muncul situasi yang sangat sederhana:

Node A berkata: "Blok ini valid."

Node B berkata: "Blok ini tidak valid."




Kenapa?

Karena mereka menjalankan aturan konsensus yang berbeda.


Bayangkan dua orang sedang bermain catur.

  • Posisi papan sama.
  • Bidak sama.


Tetapi orang pertama berkata: "Langkah ini legal."

Orang kedua berkata: "Tidak. Dalam aturan saya, langkah ini ilegal."


Mulai titik itu, mereka tidak lagi memainkan permainan yang sama.

Itulah yang terjadi pada blockchain.


Lalu Muncullah Dua Jalan

Secara sederhana:


                 Bitcoin

                    │

                Block 961631

                    │

             ┌──┴──┐

             │             │

             ▼             ▼

        Main Chain       BIP-110

             │             │

             ▼             ▼

          961632        961632

             │             │

             ▼             ▼

          961633        961633

             │             │

             ▼             ▼

          961634        961634

             │             │

             ▼             ▼

          961635        961635

             │             X

             │          stalled

             ▼

          962xxx


Chain utama terus berjalan.

Chain BIP-110 hanya menghasilkan sedikit blok sebelum akhirnya tertahan.


Laporan pada saat itu menyebut chain minoritas BIP-110 menghasilkan dua blok kemudian stalled karena tidak mendapatkan cukup hashpower.


Jadi secara teknis memang terjadi percabangan.


Tetapi kita harus hati-hati dengan istilah:

"Bitcoin sekarang punya dua chain yang sama kuat." Tidak.


Yang lebih tepat adalah:

Ada chain utama dan ada minority fork BIP-110 yang sempat berjalan tetapi kemudian stalled.


Itu perbedaan yang sangat penting.


Bukti yang Menarik Ada di Explorer

Ini bagian yang membuat kejadian ini sangat mudah dipahami oleh orang awam.


Cek di mempool.space 

Cek di mempool.guide 


Artinya keduanya blockchain yang berbeda.

Dan ini menjelaskan sesuatu yang sebelumnya terlihat aneh.


  • Satu explorer menunjukkan: 11,48211964 BTC
  • Satu explorer lainnya: 18,82018473 BTC


Bagaimana mungkin satu alamat punya dua saldo?

Jawabannya sederhana: Saldo Bitcoin selalu bergantung pada chain mana yang sedang kita lihat.

Bitcoin Tidak Menyimpan "Saldo" Seperti Bank

Ini penting.

Bitcoin tidak bekerja seperti rekening bank.


Tidak ada database yang berkata:

"Alamat X memiliki 18,82 BTC."


Bitcoin menggunakan sesuatu yang disebut UTXO — Unspent Transaction Output.

Bayangkan UTXO seperti uang kertas.


Anda memiliki:

  • uang kertas Rp100.000
  • uang kertas Rp50.000
  • uang kertas Rp20.000

Total:  Rp170.000.


Bitcoin mirip.

Sebuah alamat bisa memiliki beberapa UTXO:

UTXO #1 = 10 BTC

UTXO #2 = 5 BTC

UTXO #3 = 3 BTC

UTXO #4 = 0,82 BTC

Total = 18,82 BTC


Explorer menghitung UTXO mana yang masih belum dibelanjakan.

Tetapi kalau dua blockchain mempunyai sejarah transaksi berbeda, maka:

UTXO set-nya juga bisa berbeda.

Itulah sebabnya saldo bisa terlihat berbeda.


Jadi Apakah Kita Mendapat Bitcoin Gratis?

Nah, ini pertanyaan yang biasanya muncul.


"Kalau sebelum fork saya punya 18 BTC, lalu setelah fork saya punya 18 BTC di chain A dan 18 BTC di chain B, berarti saya sekarang punya 36 BTC?"

Tidak sesederhana itu.



Yang terjadi adalah:


                 Sebelum fork

                     │

                  18 BTC

                     │

             ┌──┴───┐

             ▼               ▼

         Main Chain       BIP-110

          18 BTC           18 BTC


Secara ledger, state sebelum percabangan dapat muncul di kedua sisi.

Tetapi setelah itu kedua chain menjalani kehidupannya sendiri.

Jika satu transaksi terjadi di chain A, belum tentu transaksi itu terjadi di chain B.


Jadi:

18 BTC di chain A 

18 coin di chain B 

bukan berarti 36 BTC di jaringan Bitcoin utama.

Nilai ekonominya pun belum tentu sama.


Di Sinilah Kita Melihat Hakikat Bitcoin

Ada pelajaran filosofis yang sangat dalam dari kejadian ini.


Kita sering mengatakan: "Bitcoin adalah uang digital."

Tetapi sebenarnya Bitcoin lebih dari itu.


Bitcoin adalah: aturan yang disepakati oleh jaringan.


Dan ketika manusia tidak sepakat mengenai aturan tersebut, maka teknologi tidak bisa memaksa mereka untuk sepakat.


Teknologi hanya berkata:

"Kalau Anda menerima aturan A, Anda akan mengikuti chain A."


Dan:

"Kalau Anda menerima aturan B, Anda akan mengikuti chain B."


Bitcoin tidak mempunyai polisi yang datang dan berkata: "Kalian harus memilih chain A."

Pasar, miner, node, developer, pengguna dan waktu yang akan menentukan.


Proof-of-Work: Suara yang Dibayar dengan Energi


Lalu kita sampai pada bagian yang lebih menarik: miner.


Dalam Bitcoin, miner tidak sekadar "mencetak Bitcoin".

Mereka menyediakan: Proof-of-Work.

Mereka mengeluarkan:

  • listrik
  • hardware
  • modal
  • waktu

untuk mencoba menghasilkan blok.



Karena itu, Proof-of-Work bisa dipandang sebagai bentuk voting yang sangat mahal.

Kalau Anda hanya berkata: "Saya mendukung BIP-110."


Itu mudah.

Tidak perlu biaya.


Tetapi kalau Anda berkata:

"Saya akan menghabiskan listrik dan mesin saya untuk menambang chain BIP-110."

Itu jauh lebih nyata.

Inilah salah satu alasan mengapa hashpower menjadi sangat penting.


Dan BIP-110 Menghadapi Masalah Besar

Chain BIP-110 menggunakan lingkungan Proof-of-Work Bitcoin.


Masalahnya:

Mayoritas miner tetap menambang chain utama.

Akibatnya chain BIP-110 kekurangan hashpower.


Secara sederhana:

Bitcoin Main Chain

████████████████████████████████████

BIP-110


Chain minoritas tidak memiliki cukup tenaga untuk terus berjalan dengan kecepatan yang sama.

Inilah mengapa chain tersebut stalled.


Lalu Muncul Ide yang Lebih Radikal

Kalau miner Bitcoin tidak mau ikut BIP-110, bagaimana kalau BIP-110 tidak lagi bergantung pada miner Bitcoin?


Muncul gagasan: mengganti Proof-of-Work.

Bitcoin Knots dilaporkan pada 11 Agustus 2026 berencana memilih algoritma Proof-of-Work baru untuk chain BIP-110 yang stalled.


Dan di sinilah cerita menjadi jauh lebih menarik.

Karena mengganti PoW berarti:

Bitcoin

   │

   └── SHA-256

         │

         └── Miner Bitcoin


BIP-110

   │

   └── PoW baru

         │

         └── Miner baru


Dengan kata lain: BIP-110 mulai melepaskan diri dari ekonomi mining Bitcoin.


Dari Fork Menjadi Coin Baru?

Ini pertanyaan yang sangat menarik.

Bitcoin Cash memberikan contoh historis.

Pada 2017, Bitcoin Cash bercabang dari Bitcoin dan kemudian berkembang menjadi jaringan sendiri.

Tetapi BCH tetap menggunakan SHA-256.

Artinya miner Bitcoin masih bisa menggunakan hardware yang sama untuk menambang BCH.


BIP-110 dengan PoW baru akan mengambil langkah yang jauh lebih jauh.

Ia berpotensi menjadi: blockchain baru dengan ekonomi mining sendiri.

Kalau kemudian ada:

  • miner
  • node
  • wallet
  • exchange
  • liquidity
  • developer
  • pengguna


maka BIP-110 tidak lagi hanya menjadi "fork yang gagal".


Ia bisa berubah menjadi: cryptocurrency baru.


Tetapi Membuat Coin Baru Itu Mudah

Menjalankan blockchain baru itu mudah.

Membuat blockchain yang bernilai adalah persoalan yang berbeda.


Anda bisa membuat coin baru dalam hitungan jam.

Tetapi Anda tidak bisa membuat:

kepercayaan dalam hitungan jam.


Tidak bisa membuat:

liquidity, dengan satu klik.


Tidak bisa membuat:

security, hanya dengan mengganti algoritma.


Tidak bisa memaksa: market

untuk menganggap coin tersebut berharga.


BIP-110 Harus Menjawab Pertanyaan yang Lebih Sulit

Kalau akhirnya menjadi coin baru, pertanyaannya bukan lagi:


"Apakah BIP-110 benar?"


Tetapi: "Mengapa orang harus menggunakan BIP-110?"

Itu pertanyaan yang jauh lebih berat.


Bitcoin memiliki network effect yang sangat besar.

Ada:

  • jutaan pengguna
  • exchange
  • custody
  • ETF
  • merchant
  • developer
  • mining industry
  • liquidity


BIP-110 harus membangun sebagian besar hal tersebut dari nol.


Ini Seperti Mendirikan Negara Baru


Analogi ini mungkin lebih mudah.

Bayangkan Bitcoin seperti sebuah negara.

  • Ada hukum.
  • Ada warga.
  • Ada sistem pembayaran.
  • Ada keamanan.
  • Ada infrastruktur.
  • Ada ekonomi.


BIP-110 berkata:

"Kami tidak setuju dengan beberapa hukum negara ini."

Kemudian terjadi perpecahan.

Awalnya hanya sebagian kecil orang yang ikut.


Mereka kemudian berkata:

"Kami akan membangun negara kami sendiri."


Maka mereka membutuhkan:

  • tentara → miner
  • hukum → consensus rules
  • warga → users
  • bank → exchange
  • mata uang → coin
  • jalan → network
  • perdagangan → liquidity
  • kepercayaan → market value


Membangun "negara" ternyata jauh lebih sulit daripada mengatakan:

"Saya tidak setuju dengan negara lama."


Dan Di Sini Ada Pelajaran Tentang Governance Bitcoin


BIP-110 memperlihatkan sesuatu yang sangat menarik.

Bitcoin sering dianggap: "tidak memiliki governance."

Sebenarnya Bitcoin memiliki governance.


Hanya saja governance-nya tidak berbentuk pemungutan suara satu orang satu suara.

Governance Bitcoin berlangsung melalui konflik antara:

  • developer
  • node
  • miner
  • pengguna
  • bisnis
  • pasar


Masing-masing memiliki bentuk kekuatan yang berbeda.

Developer mempunyai kekuatan pada kode.

Node mempunyai kekuatan untuk memilih aturan yang mereka jalankan.

Miner mempunyai kekuatan untuk menyediakan Proof-of-Work.

Pengguna mempunyai kekuatan ekonomi.

Exchange mempunyai kekuatan likuiditas.


Dan pasar akhirnya berkata:

"Kami memberi nilai kepada chain yang kami percaya."


Jadi Siapa yang Benar?


Ini bagian filosofisnya.

Bitcoin tidak mempunyai mekanisme untuk mengatakan:

"BIP-110 benar."

atau:

"Bitcoin Core benar."


Yang ada adalah: konsensus.


Jika mayoritas jaringan tidak menjalankan aturan Anda, maka secara praktis Anda mungkin harus membangun jaringan sendiri.

Dan mungkin justru itu yang sedang terjadi.

BIP-110 awalnya ingin mengubah Bitcoin.

Tetapi jika gagal mendapatkan konsensus, mungkin hasil akhirnya bukan:

"Bitcoin berubah menjadi BIP-110."


Melainkan: "BIP-110 menjadi blockchain baru."


Dari Sisi Filosofi, Ini Sangat Satoshi

Ada ironi yang menarik di sini.

Bitcoin dirancang untuk menghilangkan kebutuhan akan pihak yang menentukan siapa yang benar.

Satoshi tidak mengatakan: "Saya akan menjadi hakim."


Sebaliknya, Bitcoin menciptakan sistem di mana:

aturan diverifikasi oleh node,

dan:

blockchain diamankan oleh Proof-of-Work.


Ketika terjadi konflik, tidak ada satu orang yang bisa berkata:

"Saya menang."


Yang terjadi adalah: 

jaringan memilih melalui perilaku.

  • Miner memilih chain mana yang mereka tambang.
  • Node memilih aturan mana yang mereka validasi.
  • Pengguna memilih coin mana yang mereka pegang.
  • Pasar memilih mana yang memiliki nilai.
  • Bahkan Konflik Adalah Bagian dari Desentralisasi


Ini mungkin terasa aneh.

Kita sering menganggap desentralisasi berarti:

"Semua orang harus sepakat."


Justru tidak.

Desentralisasi berarti: Tidak ada satu pihak yang bisa memaksa semua orang untuk sepakat.

Dan konsekuensinya adalah: kadang-kadang terjadi perpecahan.

Itulah harga dari kebebasan.



Sistem terpusat bisa berkata:

"Keputusan sudah dibuat."


Bitcoin berkata: "Silakan jalankan aturan yang Anda percaya."


Tetapi kalau aturan Anda berbeda dari orang lain:

Anda mungkin harus hidup dengan konsekuensinya.


Jadi Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?


Ada beberapa kemungkinan.

Pertama: BIP-110 mati

Chain tetap stalled.

Miner tidak kembali.

Pengguna tidak bertambah.

Dan pada akhirnya hanya menjadi catatan sejarah.


Kedua: BIP-110 hidup kembali

Miner kembali.

Chain berjalan.

Tetapi masih menggunakan infrastruktur PoW Bitcoin.

Ini akan menjadi minority chain yang terus mencoba mendapatkan legitimasi.


Ketiga: BIP-110 mengganti Proof-of-Work

Ini skenario paling menarik.

Mereka membangun:

  • PoW baru.
  • miner baru.
  • difficulty adjustment baru.
  • wallet.
  • exchange.
  • liquidity.
  • users.


Jika semuanya berhasil, maka kita tidak lagi berbicara tentang fork sementara.


Kita berbicara tentang: coin baru.


Laporan terbaru memang menyebut rencana menuju PoW baru dan bahkan target sekitar awal September 2026, tetapi detail implementasinya masih dapat berubah.


Dan Mungkin Inilah Pelajaran Terbesar

Banyak orang melihat Bitcoin sebagai: "21 juta coin."

Padahal Bitcoin bukan hanya jumlah supply.


Bitcoin adalah:

sebuah aturan.

Dan aturan hanya mempunyai kekuatan kalau ada orang yang bersedia menjalankannya.

Inilah mengapa dua orang bisa melihat blockchain yang sama dan berkata:


"Ini Bitcoin."


Yang satu menjalankan aturan A.

Yang lain menjalankan aturan B.


Dan akhirnya blockchain menjawab:

"Kalau begitu, kalian harus berjalan di jalan yang berbeda."


Bitcoin Tidak Berjanji Tidak Akan Terbelah

Bitcoin hanya memberikan mekanisme agar:

siapa pun bisa memilih aturan yang ingin mereka jalankan.

Dan itulah yang membuat peristiwa BIP-110 begitu menarik.


Ia bukan sekadar konflik teknis tentang OP_RETURN.

Bukan sekadar konflik antara Bitcoin Core dan Bitcoin Knots.

Bukan sekadar konflik tentang data di blockchain.


Ini adalah eksperimen nyata tentang:

Apa yang terjadi ketika sebuah komunitas yang terdesentralisasi tidak lagi sepakat tentang aturan yang harus dijalankan?


Jawabannya sudah kita lihat pada Agustus 2026:


Blockchain bisa bercabang.

Satu jalan bisa terus ramai.

Jalan lain bisa berhenti.

Atau, jika cukup banyak orang percaya dan bersedia membayar harga untuk mempertahankannya, jalan kecil itu bisa berubah menjadi jalan raya baru.


Dan mungkin pertanyaan sebenarnya bukan "Chain mana yang benar?"

Pertanyaan yang lebih menarik adalah:

"Chain mana yang mampu membuat manusia terus percaya, menggunakan, dan mengamankan aturan tersebut?"


Karena pada akhirnya Bitcoin bukan hanya tentang kode.

Bukan hanya tentang hash.

Bukan hanya tentang node.

Bukan hanya tentang miner.

Bitcoin adalah koordinasi manusia melalui aturan yang dapat diverifikasi oleh mesin.


Dan ketika koordinasi itu gagal?

Chain split adalah salah satu cara jaringan mengatakan:

"Kita tidak sepakat. Mari kita lihat siapa yang tetap berjalan."


Agustus 2026 mungkin hanya menjadi catatan kecil dalam sejarah Bitcoin.

Atau mungkin kelak kita melihatnya sebagai titik awal lahirnya sesuatu yang baru.



Waktulah yang akan menjawab.

Karena dalam Bitcoin, tidak ada CEO yang menentukan siapa yang menang.

Yang menentukan adalah siapa yang tetap menjalankan chain tersebut.



Simple man, High Attitude