Tentang Goal Kehidupan

Bicara tentang goal itu memang gak ada pernah habis-nya

Kalau anak-anak, kita suka menyebutnya cita-cita. Ditanya waktu TK, waktu SD. Dedek cita-citanya mau jadi apa?

Jawaban standartnya : polisi, pilot, guru, dokter, dan mentok biasanya mau jadi presiden.

Kalau jaman sekarang mungkin nambah jadi youtuber, konten creator, entrepreneur, atau pengusaha.

Menanjak level berikutnya remaja.

Biasanya lebih realistis untuk jangka waktu 3-5 tahunan.

Misal mau masuk sekolah favorit. Bisa jadi SMA, ataupun kuliah. Bisa jadi mulai ngebayangin mau ngelanjutin S2, mau dapet beasiswa, atau mau bekerja di perusahaan terkenal, atau bekerja di startup,atau ada juga yang mau menikah.

Lalu di tahapan berikutnya bagaimana?

Ketika masuk paruh baya, biasanya muncul kegalauan. Ada rasa takut, rasa optimis, ragu ragu, insecure, dan istilah-istilah baru yang kadang gak tahu maksudnya apa hehehe....

tapi yang pasti, biasanya mulai memiliki pengalaman apa yang diinginkan tidak sesuai dengan apa yang dicapai. Atau mulai membandingkan dengan pencapaian orang lain, merasa tidak perlu punya cita-cita, ataupun perasaan-perasaan lainnya. Sehingga teknik goal setting ini perlu lebih disadari, dipelajari, maupun di olah lagi agar lebih relevan.

Tentu ini ilmu yang bagus. Ada beberapa teknik yang cukup populer :

100 goal


buat aja list 100 hal yang ada dalam pikiran kamu. Tulis aja sebanyak-banyaknya


Goal berdasarkan Kategori (ada yang membagi jadi 7,8, atau 10 kategori)

Biasanya disebut wheel of life


Saya juga suka konsep ini, tapi saya buat versi yang sangat sederhana banget.

Hanya dibagi menjadi 3 : Health, Wealth, Relationship (personal dan spiritual termasuk disini)


Ada lagi teknik yang saya juga sangat suka :

Goal Mapping


Konsep ini saya dapatkan pertama di tahun 2009 ketika ikut pelatihan di bandung. Bahkan sampai hari ini saya masih simpan modulnya. 

Silahkah saja explorasi goal, cita-cita, dan mimpi dengan berbagai teknik yang kamu suka. Nikmati saja prosesnya, karena kebahagiaan bukanlah ketika itu semua tercapai, tetapi perjalanan, pengalaman, dan lika-likunya itu yang membuat hidup kita berarti.

Ada beberapa catatan yang bisa menjadi perenungan.

1. Hidup bukan sekedar uang dan popularitas. Uang hanyalah alat bantu, alat tukar nilai tambah. Uang itu penting, tapi banyak hal-hal lain juga penting. Pada titik tertentu, ketika kamu berkecukupan, kebutuhan dasar terpenuhi, kebahagiaan atas bertambahnya uang tidak akan lagi signifikan.

banyak hal di dunia ini menarik untuk diperhatikan selain materi.

2. Ada goal yang sifatnya seperti bola karet, ada yang seperti bola kaca. Hati-hatilah. Kehilangan uang, kamu masih bisa mencarinya lagi, kehilangan pekerjaan, atau karir, kamu masih bisa dapatkan di perusahaan / bisnis yang lain. Tapi rusaknya suatu relationship bisa jadi fatal dalam kehidupan kita.

Dimensi kehidupan itu sangatlah berhubungan. Jangan sampai terlalu jomplang. 1 kategori kehidupan bisa jadi pengungkit kategori yang lain. Misalkan kesehatan. Jika kita bisa konsisten menjaga kesehatan, akan sangat membantu goal kehidupan lainnya, tapi jika kesehatan kita bermasalah, bisa berpotensi juga mengganggu goal lainnya.

3. Sadari diri sebagai manusia. Kita tidak menentukan sendiri hasil. Kita yang bertanggung jawab atas setiap prosesnya. Bisa jadi hasilnya memang belum sempurna, janganlah menyerah. Kenali saja kelebihan dan kekurangan diri kita untuk bisa menjadi pribadi terbaik versi kita sendiri.

Banyak cara untuk mengetahui potensi diri kita. Lakukan test, perenungan, membaca buku, atau bertanya dengan mentor, coach, ataupun orang-orang dekat yang bisa membantu kita.

4. Have fun.

Dunia ini indah, dan jagalah kebahagiaan diri mu sendiri. Tanggung jawab kita adalah menghindarkan diri kita dari hal-hal yang mengganggu pikiran, perasaan, dan tubuh kita.

selamat berbahagia...

Postingan Populer