Filosofi Minyak Pancet

Pernah denger gak tentang "Minyak Pancet" ?

Saya coba riset di google, tapi ternyata hal ini belum ada.

Trus tahu dari mana?

Sekitar 5 tahun yang lalu, saya dibagikan kisah "minyak pancet" ini oleh bapak.

Singkat dari kisah "minyak pancet" ini adalah ibaratnya kita memiliki 1 botol minyak pancet. Apabila minyak ini kita oleskan di dompet milik kita, maka uang yang kita ambil dari dalam dompet itu akan pancet alias tetap.

Ya, pancet adalah bahasa jawa yang artinya tetap atau tidak berubah. 

Kalau di kamus, pancet ini juga bisa diartikan dengan tenang, kuat, dan tidak mudah terpengaruh

.

Nah, kalau kita kaitkan dengan bahasa saat ini, kita bisa menyebutnya sebagai suatu asset atau investasi.

Tentu setiap hari kita akan dihadapkan dengan tantangan finansial yang mengharuskan kita untuk mengelola uang dengan bijaksana. Namun, terkadang, walau sudah kita berupaya untuk membatasi pengeluaran atau mengatur keuangan, uang terus mengalir keluar dari dompet tanpa henti. 

Bener gak?

.



Nah, sekarang bayangkan kita bisa memiliki "minyak pancet" ini.

Coba sekarang kamu ambil dompet mu.
Lalu bayangkan kamu sedang membuka minyak pancet ini, dan mengoleskan di permukaannya.
Kemudian bayangkan setiap kali kamu mengambil sejumlah uang dari dompet tersebut, isi uangnya ternyata tidak berkurang. 

.

hehheeh... enak?
apa enak tenan?

.

Nah, apa yang bisa kita pelajari dari filosofi minyak pancet ini?

Kita perlu paham dan sadar tentang konsep penting dalam mengelola keuangan:

1. Bersyukur:
Yang pertama dan yang penting adalah bersyukur dengan kondisi kita saat ini. Saat kamu bisa membaca tulisan ini, maka kamu adalah orang yang berada diatas rata-rata.

Kamu juga memiliki ilmu dan pengetahuan yang bisa membantu hidupmu menjadi lebih baik lagi.

Sadari beda syukur dangan pasrah.
Wujudkan syukur itu dengan terus belajar dan take action!

2. Ketahanan Keuangan:
Konsep utama dalam "minyak pancet" adalah ketahanan keuangan. 

Kenali seberapa besar nilai cukup.

Kenali kemampuanmu / keluarga untuk menjaga kestabilan keuangan dalam menghadapi situasi ekonomi atau pengeluaran yang tidak terduga. 

Kita diingatkan untuk membangun fondasi keuangan yang kokoh agar dapat bertahan dalam segala kondisi.

3. Mengelola Pengeluaran:
Meskipun isi uang di dalam dompet terus "tetap", hal itu bukan berarti kita sembarangan mengeluarkan uang dan boros. Analogi minyak pancet mengajarkan pentingnya tetap bijaksana dalam menggunakan uang meskipun terasa seperti kita memiliki sumber kekayaan yang tidak terbatas. 

Selalu prioritaskan penggunaan uang untuk kebutuhan yang benar-benar penting.

4. Berpikir Jangka Panjang:
Sadari selalu siapa diri kita, ada tujuan hidup kita di dunia ini. Miliki juga gambaran besar kehidupan dengan membuat pengelolaan keuangan yang bijaksana. 

Meskipun minyak pancet mungkin hanya bersifat metaforis, itu menggambarkan pentingnya berpikir jangka panjang dalam mengatur keuangan pribadi. 

Dengan fokus pada tujuan keuangan jangka panjang, seperti tabungan pensiun atau investasi, kita dapat memastikan kestabilan keuangan kita dalam jangka waktu yang lebih lama.

5. Keberkahan dan Kepuasan:
Terakhir, filosofi minyak pancet mengajarkan kita untuk menggunakan uang, harga, dan hal-hal yang kita miliki untuk membawa rasa keberkahan dan kepuasan. 

Ini mengingatkan kita untuk tidak terlalu fokus pada kekurangan atau kebutuhan yang belum terpenuhi, tetapi untuk bersyukur atas apa yang sudah kita miliki.

.

Semoga dengan mengingatkan dan memahami filosofi minyak pancet, kita dapat mengambil pelajaran berharga tentang bagaimana mengelola keuangan dengan bijaksana, membangun ketahanan keuangan, dan meraih keberkahan dalam hidup. 


Kita terus mengasah diri untuk memiliki mindset yang benar, pengetahuan yang benar, dan bisa mempraktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari.


Baca juga :





Simple man, High Attitude