Mengenal Berbagai Jenis Goal

Seringkali kita memandang goal hanya hasil akhir saja.

Omzet (sekian rupiah)
Berat badan (sekian kilo)
Tabungan  (sekian rupiah)
dsb....

dan itu benar!

itu adalah outcome goal atau hasil akhir.
Kalau pernah belajar tentang 4DX itu disebut lag measure (ukuran yang terlambat)

artinya kita tahu ketika sudah berlalu saja.
Sudah sampai pada waktunya.

Ketika kita mau belajar lebih dalam tentang GOAL SETTING,
kita perlu memahami konsep : 
1. outcome goal
2. performance goal 
3. process goal

Kenapa ini penting, karena jika kita sudah mulai mengexplorasi filosofi kehidupan, kita akan lebih menyadari bahwa GOAL (outcome goal) itu pada hakikatnya adalah diluar kendali kita.

coba baca artikelnya :


Yuk kita coba bahas 3 jenis goal ini.

1. Outcome goal 

Hal ini mencerminkan hasil akhir. Kita explorasi dalam beberapa kategori misalkan :
- Kesehatan
- Financial
- Karir/Bisnis
- Spiritual.
- Keluarga
- Sosial
- Personal 
- Fun 

baca juga tentang Wheel Of Life
https://www.annasahmad.com/2022/02/tentang-goal-kehidupan.html

Contoh outcome goal misalnya :
- Kesehatan : gula darah stabil 80-100 mg/dl
- Financial : tabungan di bank 100jt
- Karir/Bisnis : naik jabatan manager bulan Desember tahun ini
- Spiritual : naik haji tahun depan
- dan sebagainya

Oh ya, sebelum terlewat...

Biasanya kita membuat goal setting dengan konsep SMART
Spesifik, measurable, attainable, realistic, time 

sehingga kita perlu menetapkan :
apa buktinya bahwa goal itu sudah terwujud?
apa yang dilihat, didengar?

Misalkan :
- Outcome Goal Financial 
Tabungan di bank saldonya tercetak angka minimal 100jt pada tanggal 1 Januari 2023.

Turunan dari Outcome Goal, kita buat Performance Goal.

.

2. Performance goal 

Disini kita membuat turunan / sub goal dari outcome goal. 
Seperti kita mau naik ke lantai 2, maka performance goal itu ibarat setiap anak tangga yang akan dilewati tahap demi tahap.

Atau seperti perjalanan kita dari Jakarta ke Surabaya, kita bisa melihat posisi kita sudah sampai mana? cirebon, tegal, semarang, solo, ngawi, dst...

Di dalam perjalanan kita akan rutin melakukan evaluasi dan menyesuaikan dengan keadaan serta sumber daya yang dimiliki.

Misalkan :
- Performance Goal Financial 
Bulan 1 : tabungan tercapai 10jt
Bulan 2 : tabungan tercapai 20jt
Bulan 6 : tabungan tercapai 50jt
Bulan 12 : tabungan tercapai 100jt


3. Process goal 

Pada dasarnya performance dan outcome adalah hasil.
Sedangkan process goal adalah aktivitas sesungguhnya yang dilakukan agar goal tercapai.

Pernah dengar tentang konsep The Secret (keyakinan akan apa yang kita inginkan akan tercapai) ?
Tentu kita perlu melengkapi dengan usaha untuk mencapai hal tersebut.

Kita bisa mulai menbuat rencana dan menjalankan aktivitas untuk mencapai tahapan-tahapan performance goal. Disini diperlukan ilmu dan skill untuk memilih aktivitas mana yang berpotensi / berdampak tinggi terhadap pencapaian performance dan outcome goal.

- Performance Goal Financial 
Bulan 1 : tabungan tercapai 10jt

- Process Goal
Mengirimkan lamaran pekerjaan (deadline tanggal 3)
Membuat portofolio pekerjaan freelance (deadline tanggal 4)
Menawarkan jasa freelance (deadline tanggal 5)
Mendapatkan 5 pekerjaan freelance dengan harga @2jt
dsb.

Tentu kita perlu menyadari sumber daya yang dimiliki : 
- Waktu
- Tenaga
- Skill
- Pengetahuan

lalu pilih saja 3-4 hal dari process goal yang akan dikerjakan.

.

Sekarang sudah mulai kebayang 3 jenis goal ya....




Sekarang susun ulang 3 goal kembali di buku ataupun secara digital.

Review ulang agar terlihat keselarasan antara process -> performance -> outcome

Evaluasi secara bertahap, bisa harian, maupun mingguan dan bulanan.
Silahkan perbaiki, tambahkan, kurangkan sesuai dengan kebutuhan.


Oh ya, sekalian mau info kalau kamu memerlukan Panduan Evaluasi Diri, cek disini.

Postingan Populer