Setelah di-Nepal-kan di 2025, kini ada di-Venezuela-kan di 2026
Kejadian "diculik" nya Presiden Venezuela menjadi kejadian luar biasa di awal 2026 ini.
Sebelumnya kita juga sempat menjadi saksi sejarah runtuhnya pemerintahan Nepal di akhir 2025.
.
Yuk kita coba bahas tentang kejadian ini, dan apa yang bisa kita pelajari sebagai orang biasa.
.
Persamaan Venezuela vs. Nepal
1. Ketergantungan Impor : Venezuela dan Nepal sangat bergantung pada impor (BBM, Gas LPG, Obat-obatan, Beras), terutama dari India. Jika terjadi kerusuhan atau blokade perbatasan, kelangkaan barang terjadi dalam hitungan hari.
2. Mata Uang Lemah: Meskipun Rupee Nepal (NPR) di-patok (pegged) ke Rupee India (INR), ketidakstabilan politik bisa memicu pasar gelap (Black Market) untuk mata uang asing. Dollar dijual sangat tinggi di pasar gelap.
3. Infrastruktur Rapuh: Pemadaman listrik dan internet yang dimatikan pemerintah untuk meredam kerusuhan adalah taktik standar di kedua negara.
.
Apa yang berbeda?
Venezuela: Konflik Ideologi vs Rakyat (Militeristik).
Nepal: Mogok massal, konflik etnis, atau perselisihan partai politik yang memblokir jalan raya. Ancaman utamanya bukan penculikan kartel, tapi massa yang marah (Mob Violence) dan kelumpuhan logistik.
.
Dari kedua kejadian diatas, kita sebagai orang biasa, apa yang bisa dipersiapkan :
1. Preservasi Aset: Emas, "Hard Cash", Bitcoin
Yang perlu kita catat, di Venezuela, cripto itu legal, beda dengan di Nepal yang ilegal, dan masih belum banyak dikenal.
Jadi perlu strategy diversifikasi yang tepat terutama untuk aset yang likuid. Untuk cash idealnya tidak dalam mata uang lokal yang makin tak bernilai, tapi menggunakan mata uang yang kuat (seperti USD).
Hindari membeli aset properti seperti tanah atau rumah walau bisa jadi harganya sangat murah.
.
2. Mobilitas: Motor Trail & Kemampuan Trekking
Mobil bisa digunakan untuk menyelamatkan diri di Venezuela.
Tapi paling praktis adalah : Sepeda Motor (Dual sport/Trail) yang bisa melompati trotoar, masuk gang sempit, atau bahkan meniti jalan setapak sawah/bukit.
Pastinya harus punya tubuh fit untuk berjalan kaki (trekking).
.
3. Keamanan Fisik
Hampir di semua negara, orang biasa akan sulit memiliki dan membawa pistol. Bisa persiapkan seperti pepper spray atau pisau.
Hindari kerumunan dan gunakan strategy Grey Man dan hindari area chaos.
.
4. Logistik
Persiapkan makanan dan obat-obatan di masa darurat.
Siapkan juga kompor dan LPG.
Rice Cooker & panel surya/inverter akan banyak membantu.
Miliki juga stok kayu bakar kering.
.
5. Peluang "Contrarian"
Jika harus bertahan, skill otomotif akan sangat berharga. Selain itu bisa juga menjadi kurir barang dari perbatasan ataupun skill untuk energi alternatif seperti panel surya ataupun mikro hidro.
.
Intinya adalah keselamatan diri. Disini keahlian untuk bertahan diperlukan.
Hiperinflasi, aparat, hingga fisik untuk menghadapi geografis dan isolasi wilayah.
Pastikan juga memiliki sosial skill yang baik. Jangan menjadi individu yang egois. Keamanan terbaik adalah dikenal baik oleh komunitas lokal, sehingga saat massa penjarah datang, tetangga lokal akan melindungi sebagai "bagian dari kelompok".
.
Survival bukan tentang menjadi Rambo, tapi menjadi Sherpa: Tangguh, banyak akal, mampu bergerak di medan sulit, dan memiliki kelompok.
6. Baca lebih lengkap :
https://trakteer.id/annasahmad/showcase/strategy-kalau-di-venezuela-kan-sODFy

Gabung dalam percakapan