Stop Telling, Start Questioning

Ada hal yang menarik tentang manusia.

Manusia itu pada dasarnya memiliki 2 kehidupan :

Pertama sebagai pribadi yang merdeka dan bebas.

Kedua sebagai makhluk sosial yang harus bekerjasama dengan orang lain.

.

Dalam konteks tulisan ini, kita akan menggali bagaimana memiliki kemampuan komunikasi dan membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain. Dalam komunikasi sehari-hari, seringkali kita cenderung untuk memberikan jawaban atau solusi tanpa benar-benar mendengarkan dan memahami masalah yang dihadapi oleh orang lain. 

Namun, dengan mengubah cara kita berinteraksi, mulai mendengarkan dan mulai bertanya, kita dapat meningkatkan kualitas komunikasi dan membangun hubungan yang lebih baik dengan orang lain.

.

Kalau kita mau gali, cara ini merupakan metode yang sederhana namun efektif untuk meningkatkan komunikasi. Ketika seseorang berbicara dengan kita, kita harus berusaha untuk mendengarkan dengan seksama dan mampu memahami masalah yang dihadapi oleh orang tersebut, sebelum memberikan jawaban atau solusi. Dengan cara ini, kita dapat memahami perspektif orang lain dan menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

.

Banyak orang cenderung untuk memberikan jawaban atau solusi tanpa benar-benar mendengarkan dan memahami masalah yang dihadapi oleh orang lain. Sehingga yang terjadi adalah kesalahpahaman dan bisa berujung keretakan hubungan.

.

Coba perhatikan di sekitar kita, misal di keluarga, tempat kerja, atau sosial masyarakat kita saat ini, atau bahkan komentar-komentar di social media.

Banyak sekali cara berkomunikasi yang buruk : judgmental (menghakimi), maupun cenderung sinis.

Misalnya :

- (coba kamu kasih contoh komunikasi yang kurang baik)

.

Kita perlu menahan diri untuk segera memberikan feedback atau respon atas sesuatu.



Tahan dulu. Diam dulu. Dengarkan dan cerna dulu dengan baik.

Mendengar yang baik adalah proses yang melibatkan tiga tahap utama : mendengar aktif, mengerti, dan merespons.

  • Mendengar aktif: Ini berarti memberikan perhatian penuh kepada orang yang berbicara dan mencoba untuk memahami pesan yang diterima. Ini dapat dilakukan dengan menghindari gangguan, seperti handphone, social media, atau musik, dan memberikan kontak mata penuh dengan orang yang berbicara.
  • Mengerti: Ini berarti mencoba untuk memahami makna dari apa yang dikatakan orang lain, baik secara verbal maupun nonverbal. Ini dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan yang tepat dan mencoba untuk menemukan konteks dari apa yang dikatakan orang lain. Lakukan klarifikasi jika ada hal-hal yang "berkabut".
  • Merespons: Ini berarti memberikan tanggapan yang sesuai dan memperlihatkan bahwa kita telah mendengar dan memahami apa yang dikatakan orang lain. Ini dapat dilakukan dengan menyampaikan umpan balik atau memberikan komentar yang berkaitan dengan pesan yang diterima. Tanya apakah sudah bisa merespon, atau minta ijin dulu sebelum memberikan tanggapan.

.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mendengar :

  • Jangan menyela saat orang lain berbicara
  • Jangan menganggap bahwa kita tahu apa yang akan dikatakan orang lain sebelum dia mengatakannya
  • Jangan mencoba untuk menyelesaikan kalimat orang lain
  • Jangan membuat asumsi atau mengambil kesimpulan sebelum mendengar seluruh pesan secara lengkap
  • Jangan hanya mendengarkan untuk membuat jawaban, mendengarkan juga untuk memahami

Kita juga perlu menyiapkan diri, misalkan memberikan waktu yang spesifik untuk membicarakan suatu tema tertentu, misal : 

"Yuk kita diskusikan tentang rencana liburan kita dalam 10 menit ini. Bagaimana menurut kamu?"

"Kemaren kamu mau diskusi tentang masalah dengan teman di kantor. Apa yang bisa kita diskusikan dalam 15 menit. Ceritain apa yang terjadi?"

.

Disisi sebaliknya, jika kita yang ingin bercerita, sebaiknya lakukan hal berikut ini :

1. Jelaskan dengan sejelas-jelasnya: Pastikan bahwa pesan yang disampaikan jelas dan dapat dimengerti oleh orang lain. Jangan menggunakan bahasa yang rumit atau berputar-putar. Niatkan dengan penuh untuk jujur dan terbuka.

2. Gunakan bahasa yang sederhana: gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh lawan bicara kita.

3. Berbicara dengan nada yang baik: Gunakan nada yang baik dan jangan berbicara dengan suara yang keras atau marah. Ini dapat menyebabkan orang lain merasa tidak nyaman dan tidak mau mendengarkan.

4. Gunakan bahasa tubuh yang baik: ingat, dalam komunikasi yang paling penting adalah nada, bahasa tubuh, baru kata-katanya. Sehingga sesuaikan juga bahasa tubuh kita agar nyaman untuk diri kita dan orang lain. Jika nada dan bahasa tubuh kurang nyaman, sebaiknya berhenti atau tunda dulu.

5. Berikan ruang untuk bertanya: Berikan ruang untuk orang lain untuk bertanya dan mendapatkan jawaban yang dia perlukan. Ini akan menunjukkan bahwa kita ingin orang lain memahami pesan yang disampaikan dan membuat orang lain lebih nyaman untuk berpartisipasi dalam percakapan. Pastikan sudah jelas dan jangan menyela ketika dia bertanya.

6. Berikan alasan: Berikan alasan mengapa informasi atau pesan yang disampaikan penting dan bagi diri kamu sendiri, bagi yang mendengarkan atau bisa membantu orang lain.

7. Gunakan kontak mata: Jaga kontak mata saat berbicara untuk menunjukkan bahwa kita fokus dan serius.

8. Jangan menganggap yang lain tidak tau: bicaralah dengan jelas dan lengkap sehingga sama-sama dalam satu frekuensi dan sama-sama paham tentang topik yang dibicarakan.

9. Katakan dengan empati: Berusahalah untuk mengatakan nada dan pemilihan kata yang baik, empati atas perasaan orang lain. Jangan mengatakan sesuatu yang dapat menyinggung perasaan orang lain.

10 . Gunakan contoh yang relatable: Jika perlu, bisa cari contoh yang mudah dimengerti oleh orang lain untuk menunjukkan atau memperjelas informasi yang ingin disampaikan.

.

Mendengar mapun mengatakan hal yang baik sangat penting dalam komunikasi, karena ini memungkinkan kita untuk saling memahami perspektif orang lain dan menemukan solusi yang sesuai dengan tujuan bersama. 

Tentu hal ini juga dapat membantu dalam meningkatkan kualitas hubungan dengan orang lain, baik dalam hubungan keluarga, pekerjaan, mapun sosial dan menyelesaikan masalah dengan efektif.

Selamat berlatih dan mencoba.


Latihan membuat habit dan goal : KLIK DISINI.

. .
Simple man, High Attitude