Sabar dan syukur

Banyak kata-kata yang mudah diucapkan, dinasehatkan, tetapi untuk menjalaninya memerlukan kesadaran, pemahaman, dan latihan.


Itu adalah :

.

Sabar

Syukur


.

Bisa jadi juga kata-kata yang mirip, misal ikhlas, tulus, .....

.

Situasi seperti p4ndemi, krisis, dan kesulitan-kesulitan lainnya dalam kehidupan, ibaratnya adalah ombak yang menghantam karang. 

Coba visualisasikan sendiri.

bagaimana ketika kamu menjadi ombak.

atau kamu memilih peran sebagai karang.

.

.

Jika kita memilih sebagai ombak, maka karang adalah tantangan kita. Bagaimana kita terus menggelinding bagai ombak agar mampu memecah karang. Bagaimana terus berjuang, terus bergerak, untuk bisa memecahkan (masalah / kesulitan)

Di sisi lain,

Jika kita memilih sebagai karang, maka ombak adalah tantangan yang kita hadapi. Ombak terus datang menghalangi, menyerang, menghantam kita. Bagaimana kita sebagai karang bisa bertahan, bagaimana jangan sampai pecah.

.

Inilah kehidupan teman-teman semua.

Nah, ada 4 level (dari kitab sabar dan syukur) tentang sabar dari krisis yang kita hadapi, yaitu :

Level terbawah (4) : Mengeluh, Menyalahkan dan Marah

Level 3 : Sabar (istighfar), menahan

Level 2 : Ridlo (menerima), melepaskan

Level 1 : Bersyukur


.

Di tulisan saat ini kita tidak akan membahas satu per-satu levelnya.

Tapi coba kita saling instropeksi saja dalam kejadian-kejadian 2-3 tahun terakhir ini.

.

Apa krisis-krisis yang pernah kita hadapi :

- Pernah kesehatan fisik menurun (sakit demam tinggi)

- Omzet bisnis yang drop

- Hubungan keluarga dengan emosi negatif

- Situasi keuangan yang buruk 

- Kena PHK

- dan lainnya...

.

coba renungkan kembali 1 hal yang pernah dihadapi, lalu ukur, ada level mana?

Kita berusaha menyalahkan orang lain, marah, kecewa?

atau sabar, mengambil sikap netral, tidak akan melupakan?

atau melepaskan, ridlo atas kejadian tersebut, yakin akan qodo / qodar?

atau kita bersyukur menjadi pribadi yang lebih baik, bisa mendapatkan pelajaran berharga, mendapatkan khasanah pengetahuan dan pengalaman baru?

.

Tentu semua-nya berproses.

Paling tidak kita saat ini tahu dan mulai memahami situasinya.

Perlahan kita bisa meningkatkan level sabar dan syukur kita.

amin.

Postingan Populer