Mulai dari akhir yang ada di pikiran

Ingat kata-kata ini :

Begin With the End in Mind

.

Ya, di 7 habit ini merupakan kebiasaan ke-2 setelah "be pro-active"

.

Dulu saya bingung apa ini maksudnya.

Kok suruh mulai dari belakang dulu?

Setelah belajar, bertanya, dan menjalaninya, akhirnya mulai paham juga apa tujuan dari istilah ini.

.

Pikirkan dulu, atau bayangkan dulu hasil atau tujuannya yang ada di masa depan. Lalu kembalikan ke hari ini.

Misal kita mau naik gojek, kita pilih titik tujuan kita, lalu baru pilih lokasi penjemputan kita.

Kalau kita mau membangun rumah, ya dibayangkan dulu mau rumah seperti apa, bentuk luarnya bagaimana, gambar luar bagaimana, dalamnya bagaimana.

Semakin jelas, semakin spesifik, semakin detail, tentu semakin bagus.

Apa semua perlu seperti ini?

Rasanya iya, apalagi hal-hal yang besar dan penting dalam hidup kita.

.

Kalau hal-hal yang tidak penting, bisa jadi tidak perlu terlalu detail.

Misal kita pengen makan telur mata sapi. Ya tidak perlu kita buat bayangan sampai detail ukuran kuningnya harus 3 cm, sisi putihnya 10 cm, warnanya harus kuning sedikit orange. Cukup telur yang digoreng dengan minyak kurang lebih 1 sendok, matang di 2 sisi. beres.

.

Kita perlu sadari mana yang perlu detail, mana yang tidak perlu detail. Tentu ini juga tergantung pribadi masing-masing orang, kita saling menghargai saja.

.

Saya nulis ini setelah kemaren ikutan sesi di komunitas tentang KPI dan goal setting. Memang lebih banyak membahas tentang bisnis dan entrepreneurship.

tetapi jika kita mau bawa ke sisi pribadi tentu akan membantu hidup kita lebih baik.

Apa yang kamu inginkan dalam hidup?

Apa tujuan kamu dalam hidup?

Apa goal kamu?

Itu tentang goal. 

Saya juga sudah nulis banyak artikel tentang goal ini. 

Buat dalam kategori-kategori kehidupan, lalu buat yang spesifik dan SMART.

.

Banyak orang punya goal seperti :

Mau bermanfaat

Mau sehat

Mau kaya

Mau sukses

.

Tentu semua yang diatas itu bagus.

Tetapi TIDAK JELAS.

Mulailah memperjelas goal dalam hidup kita ini.

Bayangkan kalau kita mau membangun rumah, harganya ratusan juta, butuh waktu berbulan-bulan, kita cuma bilang ya rumah, bentuknya kotak, ada pintu masuk, di dalem buat tidur. Udah gitu aja.

Menurut temen-temen hasil rumahnya bakal seperti apa?

.

Perjelaslah, bahkan perlu ukuran-ukuran. Kalau istilah manajemen ada KPI (ukuran performance kunci), ada yang sampai explore apa ukuran akhirnya, apa ukuran antaranya.

di 4 DX disebut lead measure (ukuran antara) dan ada lag measure (ukuran yang terlambat)

.

Ada juga teman mengungatkan, tentang kebermanfaatan, jangan hanya performa/produktivitas. Tentu menyadari ini sebagai pondasi dasar sangatlah baik, dan dalam operasionalnya kita pasti memerlukan hal teknis lebih lanjut.

Jangan sampai juga performa itu mengabaikan etika, kejujuran, kebaikan, dan nilai-nilai dasar lainnya.

.

semoga bermanfaat,

Jika kamu punya goal buat sehat, mulailah dengan pola makan yang tepat. KLIK disini.




 

Simple man, High Attitude