Bagaimana uang membuat kamu bahagia?

Coba jawab jujur :

Uang sebenarnya sumber kebahagiaan atau tidak?

.

Ada yang jawab iya dengan semangat!

Ada yang ragu-ragu...

Ada yang menjawab tidak. Entah kenapa... apa mungkin karena sudah putus asa atau memang sudah tidak lagi memerlukan uang dalam kehidupannya.

.

Pertanyaan ini juga sulit saya jawab. Sampai akhirnya menemukan beberapa teori seperti money paradox atau easterlin paradox. Dan saya rasa cukup masuk akan dan bijak.

Dalam agama sendiri kita diajarkan untuk mengukur angka cukup dengan zakat mal.

Banyak sekali jenis zakat mal dan ketentuan-ketentuannya. Silahkan pelajari sendiri. Kita ambil 1 hal saja, misalkan nisab untuk harga adalah senilai dengan 85gram yang sudah disimpan dalam 1 tahun, dikenakan wajib zakat 2,5%. 

Atau sederhananya : 

Misalkan di bulan Juli 2022 ini saya punya tabungan senilai (85 gram emas) Rp. 70.892.210 dan sudah disimpan dalam jangka waktu 1 tahun, maka saya wajib mengeluarkan zakatnya 2,5% = Rp 1.772.306.

Mungkin bisa jadi ini memang petunjuk yang jelas dari agama Islam.

Jika kita punya harta melebihi nisab, artinya hidup kita sudah berkecukupan. 

Ingat, cukup itu berbeda dengan lifestyle ya.

.


.

Back to story....

Artinya untuk bisa cukup, atau berbahagia, tentu kita perlu mengetahui ukurannya.

Ukuran ini jelas berbeda beda untuk tiap orang.

Buat Ali yang baru umur 19 tahun, buat dia uang 1 jt/ bulan udah cukup.

Buat Siti yang usianya 25 tahun, single, uang 1,5 jt/bulan udah cukup.

Buat Burhan yang usianya 30 tahun, baru menikah, uang 3 jt/bulan udah cukup

Buat Alexandro yang usianya 35 tahun, punya 1 anak, uang 7jt/bulan udah cukup

Ada juga buat Windy yang usianya 35 tahun, single, dia perlu uang 15jt / bulannya.

banyak sekali faktor...

yang penting sekarang, berapa sih nilai cukup kamu?

.

Dan memang benar, tidak punya uang itu tentu akan membuat hidup kamu sulit. Dan, uang pun bisa jadi tidak bisa membeli kebahagiaan. Inilah paradox-nya.

Teori Paradoks Easterlin pada tahun 1974. Richard Easterlin menemukan, penghasilan yang lebih tinggi akan memberikan kebahagiaan pada orang-orang di level tertentu. Tetapi pada suatu titik, kebahagiaan tidak terlalu berpengaruh pada orang-orang yang sudah ada di level kesejahteraan yang lebih tinggi. 

Artinya kebahagiaan yang didapat dari uang/kekayaan itu memiliki titik jenuh.

Uang hanya akan mempengaruhi kebahagiaan seseorang pada titik tertentu. Ini yang bisa kita sebut titik cukup, lalu naik ke titik puas, lalu ke titik mewah. 

.

Tentu banyak yang setuju dan tidak setuju dengan teori ini. Dan kembali lagi ke temen-temen yang baca tulisan ini "Apakah lebih banyak uang membuat Kamu menjadi orang yang lebih bahagia?"


Semoga mengharukan. 

https://bio.annasahmad.com

Postingan Populer